Lanjut ke konten

Tips Segarkan Suasana dengan Menata Ulang Kamar

Disadari atau tidak, suasana tempat tinggal turut memengaruhi emosi sehari-hari dan bahkan berdampak pada kesehatan mental penghuninya dalam jangka panjang.

Kawal COVID-19's Avatar
Kawal COVID-19Tim administrator situs KawalCOVID19.id

Penulis:

Fauzan Alfi Agirachman (Staf Pengajar Program Studi Arsitektur, SAPPK Institut Teknologi Bandung dan  Ph.D. Candidate Shibaura Institute of Technology, Jepang)

Pengaturan tata letak ruang dalam tempat tinggal dapat memengaruhi persepsi penghuni terhadap keamanan secara psikis, keintiman dengan penghuni lainnya, hingga rasa memiliki penghuni akan tempat tinggalnya. Bahkan, tata letak interior ruangan bisa memengaruhi mood, kesadaran, dan perilaku, terlebih selama #DiRumahAja. Untuk itu, penataan ulang tempat tinggal bisa jadi alternatif kegiatan di rumah agar kamu bisa melakukan aktivitas dengan lebih produktif dan menyenangkan.

Hal yang perlu kamu lakukan:

  • Hadirkan nuansa alam ke dalam ruangan

Menghadirkan alam ke dalam ruangan  bisa membantu menyembuhkan kegundahan penghuni. Bahkan, melihat pemandangan alam saja bisa menurunkan tekanan darah.

Untuk melakukannya, kamu bisa memasang pot tanaman di kamar, memajang lukisan bertema alam, memasang objek dekoratif berbentuk tanaman, atau sesederhana memilih gambar hutan, langit, dan pantai sebagai wallpaper di komputer dan ponsel. 

Namun, hindari gambar pemandangan yang rumit karena bisa memusingkan. Cukup gunakan gambar yang bisa membuatmu “adem”.

  • Gunakan alas duduk dengan sandaran punggung

Ketika bekerja di rumah, gunakan kursi yang memiliki sandaran punggung empuk. Jika kamu bekerja sembari duduk di lantai, gunakan alas duduk yang empuk seperti tikar dan selimut atau karpet. Selain itu, bersandarlah ke dinding dengan  bantalan empuk agar dinginnya dinding tidak langsung mengganggu kesehatan tubuh.

  • Buka jendela sesering mungkin

Cahaya matahari adalah mood booster yang sangat efektif. Setiap pagi dan sore hari, sibakkan tirai dan buka jendela lebar-lebar sehingga cahaya matahari bisa masuk sebanyak-banyaknya. Pilihan lainnya adalah menggunakan lampu meja dengan cahaya lembut. Lampu dari bohlam bisa mensimulasikan cahaya alami yang membuat nuansa positif di dalam ruang kerja.

  • Pajang benda-benda favorit 

Punya koleksi mainan favorit, pigura foto keluarga, atau hadiah dari orang tersayang yang bisa membuatmu tersenyum? Coba pajang benda-benda tersebut di titik-titik yang sering kamu lewati. Inilah yang disebut sebagai distraksi positif untuk memberimu semangat dan istirahat singkat dari pekerjaan yang menumpuk selama kerja dari rumah.

  • Tempatkan benda-benda yang sering dipakai dalam jangkauan

Benda-benda yang sering kamu pakai, seperti kacamata, gelas minum, dan lap kering, sebaiknya mudah dijangkau. Mengapa? Seringkali waktu kita habis untuk hal-hal tidak produktif, seperti mencari benda-benda ini karena lupa menaruhnya di mana. Kamu bisa menaruhnya dalam radius satu-dua (1-2) meter dari titik kamu beraktivitas dengan meletakkannya di rak atau memasang gantungan di meja kerja.

Hal-hal yang perlu kamu hindari:

  • Jangan buat kamarmu seperti penjara

Agar tidak merasa terkungkung, jika memungkinkan, berilah jarak secukupnya antarperabot dan pastikan bahwa perabot tidak menutupi akses ke jendela kamar.

  • Hindari kamar berantakan

Ini terdengar sangat sederhana tapi sering sekali sulit dilakukan. Awali dengan merapikan area kerja di kamar dan tempat tidur. Gunakan kategorisasi untuk membantu. Misalnya, kategori barang yang sering digunakan harus diletakkan di dekat meja kerja, sedangkan barang-barang lainnya bisa disimpan di atas rak atau di dalam lemari.

  • Singkirkan barang-barang yang mengingatkanmu akan kenangan buruk

Segala macam benda yang membangkitkan kenangan buruk sebaiknya dipindahkan atau bahkan disingkirkan. Barang-barang tersebut bisa memicu perasaan sedih, cemas, dan berbagai emosi negatif lainnya bagi kesehatan jiwamu.

Lakukan tips di atas sesuai dengan kondisi tempat tinggalmu saat ini. Tak perlu sampai membeli barang-barang baru yang malah menambah beban pikiran. Dengan demikain, #DiRumahAja bisa tetap menyenangkan bagi seluruh penghuni rumah.

Sumber:

Illustrator: Sugriwa