Lanjut ke konten
Kawal COVID-19
Mode warna

Dirjen WHO: ”Virus COVID-19 adalah Virus yang Unik dengan Karakteristik yang Unik Pula”

Berikut penjelasan beberapa perbedaan karakteristik virus penyebab COVID-19 dan influenza.

Kawal COVID-19's Avatar
Kawal COVID-19Tim administrator situs KawalCOVID19.id

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO dalam pidato pembukaan briefing media tentang COVID-19, 3 Maret 2020 lalu menekankan bahwa virus COVID-19 ini adalah ”virus yang unik, dengan karakteristik yang unik pula.” Beliau menekankan bahwa, “(Virus COVID-19) ini bukan SARS, bukan MERS, bukan pula influenza.” COVID-19, memang seperti influenza, menyebabkan penyakit saluran pernafasan dan menyebar melalui butiran-butiran cairan dari hidung dan mulut penderita. Namun, Dr. Ghebreyesus menegaskan beberapa perbedaan penting antara COVID-19 dan influenza biasa. Dr. Ghebreyesus menekankan bahwa COVID-19 tidak menyebar seefektif flu biasa. Penularannya tidak disebarkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala, penyakit yang disebabkannya lebih parah dari flu, virus ini belum ada vaksin dan pengobatannya, dan ia bisa dihambat laju penyebarannya. Oleh karena itu, kita harus melakukan segala sesuatu untuk menghambat laju penyebaran COVID-19. 

Perbedaan yang pertama, “COVID-19 tidak menular seefisien influenza, (Baca: sangat rendah kemungkinan orang yang belum menunjukkan gejala untuk menularkan virus ini), dari data yang kami miliki hingga saat ini,” ujarnya. Pada influenza, orang-orang yang terinfeksi tapi belum menunjukkan gejala-gejala penyakit menjadi penggerak utama transmisi. Hal ini tidak terjadi pada kasus-kasus COVID-19. Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan dari kasus-kasus di China, hanya 1% dari kasus COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala-gejala dan sebagian besar kasus menunjukkan gejala-gejala dalam waktu dua hari. Beberapa negara, seperti China, Ghana, dan Singapura mencoba mencari kasus-kasus COVID-19 melalui kasus-kasus influenza dan penyakit saluran pernafasan lain. Namun, mereka menemukan sedikit sekali kasus COVID-19 dari sampel penderita penyakit-penyakit saluran pernapasan tersebut. Satu-satunya cara memastikan penderita COVID-19 adalah dengan mengukur kandungan antibodi COVID-19 dalam darah melalui jumlah sampel yang besar. “Hasil penelitian (antibodi) ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap laju infeksi di populasi seiring dengan berjalannya waktu”, tambah Dr. Ghebreyesus.

Perbedaan kedua dari virus COVID-19 dengan influenza adalah COVID-19 menyebabkan penyakit yang lebih parah dari pada flu biasa. Saat banyak orang sudah mengembangkan imunitas terhadap influenza, COVID-19 adalah virus baru yang tidak ada seorangpun yang kebal terhadapnya. Ini berarti orang akan semakin rentan terhadap infeksi dan akan bereaksi lebih parah terhadapnya. Data sejauh ini menunjukkan sekitar 3,4% dari kasus COVID-19 yang ditemukan akhirnya meninggal dunia. Angka kematian ini lebih tinggi dari flu biasa yang memiliki angka kematian sekitar 0,1%.

Yang ketiga, kita memiliki terapi perawatan dan vaksin untuk flu musiman. Tapi untuk COVID-19,  belum ada vaksin dan perawatan yang spesifik. Saat ini, percobaan klinis untuk perawatan sedang berjalan dan lebih dari 20 vaksin sedang dalam tahap pengembangan.

Perbedaan keempat antara COVID-19 dan influenza adalah bahwa menahan laju infeksi flu musiman merupakan hal yang mustahil. Namun untuk COVID-19, hal ini dapat dilakukan. Kita tidak dapat melakukan pelacakan kontak untuk flu biasa, tapi untuk COVID-19 ini harus dilakukan oleh negara manapun, karena akan menghambat laju infeksi dan menyelamatkan jiwa. “Kita bisa menahan laju penularan virus ini,”tegas Dr. Ghebreyesus. Untuk mendukung usaha menahan laju penyebaran virus COVID-19, WHO menyarankan pendekatan yang komprehensif. Meskipun virus ini tidak sama dengan influenza, persamaan yang dimilikinya (dengan influenza) menyebabkan negara-negara tidak perlu memulai dari nol. Sudah beberapa dekade negara-negara membangun sistem kesehatan untuk mendeteksi dan menangani influenza. arena COVID-19 adalah patogen sistem pernapasan, maka sistem-sistem tersebut bisa, harus, dan sedang diadaptasi untuk menangani COVID-19

Link:
Untuk menjawab lebih jauh pertanyaan-pertanyaan seputar COVID-19, silakan meluncur ke laman FAQ kami. Di sana bisa ditemukan angka-angka kematian COVID-19 berdasarkan umur, dan hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah lajunya penularan virus ini.

Disarikan oleh Satrio Wicaksono, Muhammad Ridha