Lanjut ke konten
Kawal COVID-19
Mode warna

Kumpulan Cerita Penyintas COVID-19

Berikut kisah penyintas COVID-19 yang berhasil kami kumpulkan selama ini.

Kawal COVID-19's Avatar
Kawal COVID-19Tim administrator situs KawalCOVID19.id

Masih banyak di sekitar kita yang meragukan kalau COVID-19 itu nyata. Ini bisa dimengerti, apalagi karena cerita kesaksian orang-orang yang pernah mengalaminya sangat jarang ditemukan di media. Untuk itulah, kami menghadirkan kisah para penyintas, yakni mereka yang pernah menderita COVID-19 dan sembuh. Usia, profesi, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan mereka sebelum dan setelah COVID-19 berlainan.

  1. Kami Positif tapi Tidak Masuk Data

Penulis dan keluarganya bergejala ringan tapi baru terbukti positif COVID-19 setelah swab kedua. Ia juga mempertanyakan kenapa data kasus positif tidak bertambah padahal keluarganya positif.

  1. Seri Penyintas COVID-19: Dua Kali Terpapar dengan Gejala yang Berbeda

Bulan Maret 2020, penulis terpapar COVID-19 dengan gejala kritis. Di awal Juli 2020, penulis kembali terkena COVID-19 tapi tanpa gejala, beserta dengan istri dan anaknya. Cerita ini adalah contoh bagaimana seseorang bisa terkena COVID-19 lebih dari sekali (reinfeksi).

  1. ART Positif Meski Berkegiatan di Sekitar Rumah Saja

Dua orang asisten rumah tangga penulis positif COVID-19 meski tinggal di rumah saja dan hanya keluar untuk keperluan tertentu. Salah satunya meninggal dunia dua hari sejak gejala awal muncul. Pengalaman ini adalah contoh bagaimana rumah bisa menjadi klaster penyebaran.

  1. Perjuangan Mencari Rumah Sakit dan Melewati Masa Kritis

Seorang penyintas di Surabaya mengalami COVID-19 sekaligus demam berdarah. Selama berhari-hari, kondisinya kritis dan nyawanya bergantung pada ventilator. Ia selamat tapi kehilangan nenek tercinta akibat COVID-19.

  1. Ibu dan Anak Sesama Dokter Tertular dan Sembuh dari COVID-19

Seorang dokter gigi (ibu) dan dokter umum (anak) terpapar COVID-19 di fasilitas kesehatan pada waktu yang berlainan. Meski gejalanya ringan, masa isolasi terasa berat. Belum lagi tuduhan yang diterima dari keluarga pasien bahwa COVID-19 ini konspirasi RS.

  1. Papaku Terus Sesak Napas Meski Sudah Dinyatakan Sembuh

Lima minggu setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, ayah dari penulis masih terus sesak napas dan memakai masker oksigen di rumah.

  1. Dari Kehilangan Kerabat Hingga Donor Plasma Darah

Belum usai berduka setelah kerabatnya meninggal dunia akibat COVID-19, penulis terkonfirmasi positif. Dengan kesabaran selama perawatan di ruang isolasi RS, ia pun sembuh dan telah mendonorkan plasma darah untuk membantu pasien COVID-19 lain dengan kondisi kritis.

  1. Tiga Bulan Bergumul dengan COVID-19

Sepulang dari Inggris, penulis mengalami anosmia (kehilangan indera penciuman). Selama tiga bulan lamanya, ia dinyatakan positif COVID-19 dengan total 10 tes swab.

  1. Virus Tidak Kenal Profesi dan Usia

Seorang dokter di usia produktif di Bali terpapar COVID-19 dengan kondisi kritis. Kisahnya menyadarkan bahwa seseorang yang tahu betul soal dunia medis dan berusia relatif muda tidak serta merta kebal dari virus.

  1. Tidak Bergejala Serius Bukan Berarti Tidak Terinfeksi

Seorang penyintas COVID-19 tanpa gejala serius menceritakan hari-hari selama isolasi dan pesan pentingnya bagi pasien lain.

  1. Ketidakjujuran Pasien ICU dan Keluarganya Membuat Saya Terpapar dan Diintubasi

Akibat kebohongan satu orang, sedikitnya tujuh orang tim medis dan non-medis di RS rujukan COVID-19 di Yogyakarta terinfeksi.