Lanjut ke konten
Kawal COVID-19
Mode warna

Kumpulan Cerita Penyintas COVID-19

Berikut kisah penyintas COVID-19 yang berhasil kami kumpulkan selama ini.

Kawal COVID-19's Avatar
Kawal COVID-19Tim administrator situs KawalCOVID19.id

Masih banyak di sekitar kita yang meragukan kalau COVID-19 itu nyata. Ini bisa dimengerti, apalagi karena cerita kesaksian orang-orang yang pernah mengalaminya sangat jarang ditemukan di media. Untuk itulah, kami menghadirkan kisah para penyintas, yakni mereka yang pernah menderita COVID-19 dan sembuh. Usia, profesi, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan mereka sebelum dan setelah COVID-19 berlainan.

  1. Ketidakjujuran Pasien ICU dan Keluarganya Membuat Saya Terpapar dan Diintubasi

Akibat kebohongan satu orang, sedikitnya tujuh orang tim medis dan non-medis di RS rujukan COVID-19 di Yogyakarta terinfeksi.

  1. Tidak Bergejala Serius Bukan Berarti Tidak Terinfeksi

Seorang penyintas COVID-19 tanpa gejala serius menceritakan hari-hari selama isolasi dan pesan pentingnya bagi pasien lain.

  1. Virus Tidak Kenal Profesi dan Usia

Seorang dokter di usia produktif di Bali terpapar COVID-19 dengan kondisi kritis. Kisahnya menyadarkan bahwa seseorang yang tahu betul soal dunia medis dan berusia relatif muda tidak serta merta kebal dari virus.

  1. Tiga Bulan Bergumul dengan COVID-19

Sepulang dari Inggris, penulis mengalami anosmia (kehilangan indera penciuman). Selama tiga bulan lamanya, ia dinyatakan positif COVID-19 dengan total 10 tes swab.

  1. Dari Kehilangan Kerabat Hingga Donor Plasma Darah

Belum usai berduka setelah kerabatnya meninggal dunia akibat COVID-19, penulis terkonfirmasi positif. Dengan kesabaran selama perawatan di ruang isolasi RS, ia pun sembuh dan telah mendonorkan plasma darah untuk membantu pasien COVID-19 lain dengan kondisi kritis.

  1. Papaku Terus Sesak Napas Meski Sudah Dinyatakan Sembuh

Lima minggu setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, ayah dari penulis masih terus sesak napas dan memakai masker oksigen di rumah.